Ticker

6/recent/ticker-posts

Buka-Buka Tas Kecil Tempat Pensil dan Kawan-Kawannya


Banyak hal yang sebenarnya ingin saya ceritakan, terutama tentang gempa yang melanda Lombok. Sebagai korban, tentu banyak hal yang bisa diceritakan. Namun, untuk saat ini, belum saatnya saya cerita hal itu. Nanti, ketika saya sudah siap maka saya akan menceritakannya.

Baiklah, untuk kesempatan ini, karena sudah sangat jarang saya isi blog ini, maka tidak ada salahnya saya untuk mengisi lagi. Buat teman-teman yang masih setia mampir, terima kasih banyak. Maaf saya jarang posting. Nah, untuk kali ini izinkan saya sedikit membagikan isi tas kecil yang bisa disebut tas tempat pensil. Sudah lama saya menggunakan ini. Sekitar 3 bulan. Di sini, bukan karena tas barunya, melainkan saya memutuskan untuk menggunakan tas kecil untuk merapikan pensil dan lain-lainnya.


Sebelumnya, saya itu tidak pernah memikirkan akan hal itu. Kalau punya pensil dan kawan-kawannya, saya biasanya meletakkannya di tas bagian kecilnya. Jadi, di sana bercampur dengan lain. Namun, saat mengambil sesuatu, rasanya ribet begitu. Akhirnya, saya terbesit untuk membeli tas kecil untuk menaruh pensil dan kawan-kawannya. Akhirnya saya beli, namun rusak, dan diberikan sama tema, namun saya malah gunakan untuk menaruh lain. Jadinya... apa saya harus beli?

Hehe. Untuk memutuskan tas kecil pemberian teman untuk menyimpan sesuatu dengan tetap, saya sudah menemukan tas kecil baru. Tas kecil itu saya temukan di sekolah, tempat saya mengajar. Tas kecil ini sebenarnya sumbangan untuk siswa. Namun karena jumlahnya yang tidak banyak, akhirnya para guru boleh mengambilnya. Ada banyak warna, namun saya memilih warna ini. Jujur, melihat gambar tas kecil ini sebenarnya bikin tidak sereg. Namun... mau dikata apa, karena ini gratis sepertinya tidak apa-apa. Terpenting adalah kegunaannya. Lain kali saya akan beli sesuai selera.

Nah, berhubung tas kecil ini sudah saya miliki, maka tidak salahnya di sini saya akan menyebutkan barang-barang yang ada di tas kecil tersebut. Apa teman-teman mau tahu. Jika mau, cek yuk.

Spidol, spidol permanen, pensil, polpen, pengkerok, dan spidol warna

Spidol saya dapatkan di sekolah. Karena tiap awal semester guru akan mendapatkan satu spidol. Spidol permanen saya beli. Namun sudah sedikit tidak bisa dipakai lagi. Tapi saya masih simpan. Soalnya, kadang saya pakai. Ya, murni ini karena bisa dipakai walau tidak seperti spidol permanen lainya. Kenapa? Sebab spidol permanen ini sudah diacak-acak sama keponakan.

Pensil saya ambil dari kotak simpanan teman di sekolah. Saya ambil ketika polpen saya entah siapa yang pinjam. 2 polpen juga saya peroleh dari sumbangan. Yang merek faster itu seperti peganti polpen saya yang hilang. Di sekolah, polpen suka sekali hilang. Saling pinjam namun lupa, dan akhirnya hilang. Namun syukur, saya menemukan pegantinya entah gimana ceritanya. Sedang yang warna hijau saya dapatkan di atas meja kerja kami bersama. Meja kerja bersama itu ada karena lokasi yang dipakai satu. Sebab semua ini karena gempa. Jadi sebenranya, polpen warna hijau itu saya tukar dengan polpen yang saya ambil dari sumbangan. Kenapa? Ya, saya melihat polpen yang warna hijau ini lebih kece kelihatannya. Karena tidak ada yang ngaku punya, akhirnya saya tukar.

Pengkerok juga saya dapatkan dari hasil sumbang gempa. Model pengkerok yang lucu membuat 2 keponakan saya mupeng. Tapi sayang, saya juga suka. Jadi, saya tidak memberikan mereka. Ya, jumlahnya cuma satu. Daripada jadi bahan rebutan, lebih baik tidak ada yang saya berikan. Benar, kan?

Sedangkan terkait spidol warna, saya minta dari teman mengajar juga. Sebenarnya saya minta 2. Yang saya minta pertama kali adalah warna merah. Kenapa? Sebab warna merah cocok sekali digunakan untuk mengoreksi pekerjaan siswa. Namun sayang, yang warna merah saya biarkan di rumah teman saat mengisi nama-nama warga korban gempa. Saat gempa besar datang, saya malas untuk menanyakan spidol itu. Akhirnya, sekarang tinggal spidol waran orange saja. Sepertinya akan cocok juga digunakan untuk mengoreksi.

Flashdisk, 2 modem, handset, kabel data dan makro card

Semua ini juga punya cerita. Namun, sepertinya lain kali saja saya ceritakan. Maaf, sedikit malas. Lain kali pasti saya ceritakan. Hehe. Maaf.

Kertas note, selirban, dan penghapus

Penghapus itu punya keponakan. Namun karena ada sumbangan di tempatnya sekolah, jadi dia biarkan saya yang memiliki. Hehe... terus terkait kertas note. Kertas note itu biasanya saya pakai untuk menulis hal-hal yang tidak bisa saya hafalkan. Misalnya ada tulisan inggris atau hal aneh lainnya. Kadang juga saya tulis terkait ide nulis, atau ide untuk posting di blog atau youtube.

******

Dan akhirnya, cukup sampai di sini juga. Jika ada yang kelupaan atau lainnya, teman-teman boleh komentar, ya. Hehe. Tetap setia di blog saya ya. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih karena sering mampir. O ya, jangan lupa doakan saya, semoga gempa di Lombok tidak pernah mampir. Dan masa sulit juga cepat berlalu.

Saya belum punya rumah. Hiks. Doakan, ya....
Salam hangat.
Reactions

Post a Comment

0 Comments