Ticker

6/recent/ticker-posts

Project Buku Nonfiksi Anak


Berharap. Setiap orang berhak memiliki kata ini. Karena dari kata ini akan muncul motivasi untuk mencapainya. Tidak kecuali saya. Saya memiliki harapan. Banyak sekali harapan-harapan yang saya inginkan. Mungkin, jika saya tulis, tidak cukup untuk memaparkannya. Jadi, saya akan membuatnya menjadi point-point penting. Namun, di sini bukanlah tempat yang tepat. Agar tidak sia-sia dengan judul ini, maka saya akan menuliskan satu harapan saya di sini. Apa itu? Sebuah buku nonfiksi untuk anak-anak.

 
Sejak menulis untuk anak-anak, banyak harapan yang saya inginkan. Salah satunya yaitu membuat buku nonfiksi untuk anak-anak. Karena harapan ini, maka beberapa hal yang saya buat. Pertama, membuat folder di laptop dengan tulisan ‘project menulis’. Di dalam folder ini ada beberapa isinya yaitu novel, nonfiksi, dan beberapa tulisan yang menganggur. Kedua, menjaga rutinitas untuk menulis. Namun sangat disayangkan, untuk memelihara ini sangatlah sulit. Penyakit menulis yaitu malas sangatlah menyebalkan. Mungkin, bukan saya saja yang merasakan seperti ini. Apa teman-teman juga begitu?

Kadang saya merutuk diri, namun memang rasa malas itu lebih menguasai ketimbang berupa semangat. Tapi tenang, jika malas ini mulai muncul, maka saya akan melihat kumcer anak yang sudah saya buat. Dengan ini, semoga malas itu hilang. Setidaknya mampu membuat saya mulai menulis lagi walau hanya beberapa paragraf. Bagi teman-teman yang ingin membaca cerita saya tentang kumcer anak saya, boleh baca Tentang Sekotak Senyum Delia.

Dan, tidak panjang lebar, berikut beberapa list tulisan saya yang ingin saya tambah dan tambah lagi. Berharap ini bisa terkumpul. Jika sudah, maka saya akan berusaha mengirim ke penerbit. Saya tidak berharap banyak naskah tersebut lolos. Namun secara manusiawi saya berharap banyak. Jadi, tidak apa-apa kalau tidak lolos. Setidaknya saya bisa mengendalikan malas itu. Tapi... kapan ya saya bisa menyelesaikannya? Hehe.

Berikut list tulisan nonfiksi yang saya buat:

Berdoa Sebelum Berpergiaan

Siapa yang suka jalan-jalan? Pasti deh semua menjawab, “Saya!”, dan langsung ajungkan tangan. Iya, kan? Jujur, kakak juga suka jalan-jalan, loh. Soalnya, jalan-jalan itu mengasyikkan. Apalagi bersama teman-teman, orangtua, atau orang terdekat kita. Biasanya, adik-adik suka jalan-jalan ke mana? Maaf, kakak sedikit kepo nih. Maklum, kakak pengen tahu saja, siapa tahu nanti kakak bisa berkunjung di tempat adik-adik jalan-jalan. Semoga, ya. Amin!

Nah, kalau kalian suka jalan-jalan, biasanya, kan, sebelum berangkat biasanya adik-adik ngapain dulu? Kalau kakak paling menyiapkan barang yang diperlukan saja. Kakak usahakan tidak membawa barang yang banyak. Kan, mau jalan-jalan, jadi tidak ribet dengan urusan barang. Jadi, santai, deh. Selain menyiapkan barang, hal utama yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa. Kenapa? Karena dengan berdoa insya Allah selama perjalana kita akan selamat. Di mana sebuah hadist meriwayatkan dari Abu Daud dan At Turmudzy, “Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw, bersabda: ada tiga macam doa yang tidak diragukan lagi untuk dapat diterima, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa orang yang dalam berpergian, dan doa orangtua terhadap anaknya.”
Bagaimana adik-adik, baik, kan, berdoa sebelum berangkat untuk jalan-jalan? Alhamdulillah, Allah SWT selalu melindungi hamba-nya dari marabahaya. Untuk itu, jika adik-adik berpergian jauh, entah itu sekedar jala-jalan, jangan lupa berdoa, ya.

Apa adik-adik apal doa ketika mau berpergian? Jika belum, ini kakak kasih tahu doanya.

Wallahu a’lam.

***

Sekian dulu ya teman-teman. Mungkin tulisan ini semata untuk mengingatkan diri saya bahwa saya memiliki ‘project menulis’ yang harus saya selesaikan. Jadi, saya berharap teman-teman mendoakan saya supaya harapan ini bisa terwujud. Amin.

Tetap di sini ya tema-teman, menunggu saya kembali menulis di blog. Semoga apa yang saya tulis bisa membantu teman-teman. Walau kecil, saya berharap manfaatnya bisa dilihat. Hehe... emang tulisan blog saya ini ada manfaatnya ya?


Reactions

Post a Comment

0 Comments