Ticker

6/recent/ticker-posts

Trend Buruk

Mungkin, analisis yang kulakukan terhadap judul post ini terlihat berbeda, atau memang tidak suka sama sekali. Jujur, aku memang tidak suka jika membicarakan ‘trend’. Sekedar tahu, cukup. Namun untuk menirunya? Jangan ditanya. Sungguh, aku tidak suka. Aku memang tipe orang yang tidak mudah berubah. Jika tidak suka, ya, tidak suka. Catatan, ini berlaku untuk hal yang menurutku tidak baik. Oke!

Balik lagi masalah trend. Aku tidak mengerti, kenapa hal yang buruk selalu dikatakan trend. Padahal, bila dilihat, itu tidak baik sama sekali. Ya, bisa dikatakan, kalau buruk ya jelas itu tidak baik. Contoh dasar saja. Trend maslah mencukur rabut. Dewas ini, eh, bahasaku terlalu berat deh. Maksudku, sekarang ini, banyak remaja yang mengikuti trend cukur rambut yang aneh-aneh. Kalau terlihat gagah, mungkin bisa dimengrti. Tapi kalau terlihat jelek? Sungguh, bukannya tambah gagah, malah semakin buruk. Ada apa dengan  ini semua? Mungkin aku lupa, bahwa ini remaja. Di mana masa ini memang lagi ‘hot’nya untuk mencoba segala rasa. Eh, maksudku bukan lain, ya….

Sebagai remaja memang tidak salah. Namun, jika itu mencakup buruk, di mana peran orangtua di sini? Apa hanya diam? Atau membiarkan melakukan itu semua? Baiklah. Aku percaya, setiap orangtua memiliki cara untuk mendidik, bahkan tidak ingin anaknya berbuat buruk. Namun belakangan, sepertinya pemahamanku tentang itu semakin menurun. Itu lantaran ketika ada anak dinasehati tentang hal baik, bukannya sebagai orangtua ikut menasehati malah sebaliknya. Terlihat miris buka? Jadi, tidak heran sekarang remaja semakin sulit diatur.

Oke, kembali ke cukur rambut. Seperti yang kukatakan tadi, jika cukur rambut semakin memberikan kesan gagah, itu tidak mengapa. Tapi ini berbeda. Ada model cukur rambut yang paling mengerikan menurutku. Telihat, semakin menampakkan betapa buruknya keperibadian seseorang. Iya, bisa dikatakan, bentuk cukur mengartikan bagaimana keperibadain seseorang. Ini tidak 100% benar sih, tapi setidaknya itu pandanganku. Kesehatan rambut pun akan diabaikan jika sudah menggunakan model rambut yang amburadul. Di sekolahan, seusia anak SD yang kelas 5, 6, pun sudah mulai menggunakan model semacam itu. Kalau SMP? Jangan ditanyakan lagi. Itu pasti!

Selesai masalah rambut. Di tahun 2017 ini, pembuka alias tahun baru, atau babak baru. Trend buruk kembali hadir, yaitu mewarnai rambut. Bukan masalah pelarangan atau semacamnya. Cuma, terlalu jelas dilihat itu buruk sekali. Remaja seusia sekolahan banyak menggunakan trend ini. Berbagai warana pun menghiasi rambut mereka. Kembali, jika membuat gagah, itu tidak mengapa. Nah ini? Oh, aku lupa! Itu pun tetap salah. Padahal, warna rambut alami begitu indah dilihat. Hitam legam. Atau ada yang memiliki rambut pirang, jika tersengat matahari akan berkilau. Terlihat semakin menarik bukan? Tidak ada yang salah. Mungkin inilah perkembangan zaman. Semakin ke sini semakin buruk. Sulit diatur. Sangat sulit. Hanya segelintir yang mudah dinasehati.

Itu urusan peribadi. Sangat benar sekali. Namun sebagai pendidik, entah itu guru atau orangtua, kesannya akan terlihat buruk sekali. Apa mau di cap tidak becus mengurus? Sepertinya tidak ada yang mau dikatakan seperti itu. Tapi, inilah nayatanya. Fakta lebih tepatnya. Eh, sama saja, ya…. Entahlah, aku juga tidak mengerti. Setidaknya, di sini, hanya ingin menggaris bawahi, banyak trend yang memang buruk, dan tidak layak untuk ditiru. Selayaknya, sebagai orang yang mengerti, sebaiknya memberi arahan. Ya… walaupun susah. Setidaknya sudah memperingati. Jika tidak mempan, peringati sampai mendoakan pun diperbolehkan.

Wahaha… semoga kalian mengerti dengan isi post kali ini. Jujur sih, terlihat semacam tulisan picisan semata. Tapi tujuanku baik, kok. Aku berharap bermakna sih.
Reactions

Post a Comment

0 Comments