Ticker

6/recent/ticker-posts

SKK – [ Kartun Kesukaan ]

Kali ini, entah dari mana datangnya ide ini. Yang pasti, sejak diterima oleh Google AdSense, rasanya ingin terus posting artikel di blog. Dan, tidak lupa untuk mempromosikan. Namun, ya itu, rasa malas itu muncul seketika. Memang dasar malas, selalu begitu. Seolah seperti tamu tidak diundang namun datang terus. Huh. Sedih jika membicarakan tentang malas itu, soalnya malas itu memang enak. Lantas, untuk mengatasi malas? Ya... harus memaksa diri. Setidaknya, ini harus dilakukan karena impian untuk lolos GA akhirnya datang juga.


Baiklah, untuk menghilangkan rasa malas dan memaksa diri, ini aku buat sebuah agenda kecil-kecilan yang aku singkat SKK. Apa itu SKK? SKK itu kepanjangan dari Survei Kecil-kecilan. SKK ini aku berikan kepada muridku yang memang sebenarnya sejak dulu aku sering dilakukan. Namun ya itu, dulu, hanya sekedar untuk mengisi waktu kosong murid dan menghilangkan rasa penat saja setelah selesai belajar. Nah, untuk part 1 ini, aku melakukan survei dengan tema Kartun Kesukaan. Kenapa tema ini? Karena aku ingin tahu saja, usia anak SMP yang tergolong remaja, apa masih menyukai kartun atau tidak. Soalnya, sebagian anak remaja sudah mulai bosan dengan kartun.


Ini sih bukan mutlak suka atau tidaknya. Ini hanya menyaring pemahaman mereka tentang sebuah kartun. Maksudnya, kira-kira mereka mampu tidak memilah mana kartun yang memang baik untuk edukasi. Tapi sebelum membahas mengenai itu, ini ada beberapa kartun yang mereka pilih.


Pada gambar menunjukkan bahwa kartun Upin dan Ipin lebih banyak dipilih. Ada banyak alasan mereka kenapa memilih kartun Upin dan Ipin. Salah satunya yaitu, “Saya suka Upin dan Ipin karena kartunnya menarik dan lucu. Ada kalanya kita mendapat pelajaran dari kartun tersebut yaitu, kita harus menghormati guru, menyanyangi orangtua, dan tolong menolong teman. Dan, dalam kartun ini kita harus bisa menggapai cita-cita.” Selain itu di kartun Pada Zaman Dahulu, salah satu mereka beralasan bahwa, “Tokohnya si kancil yang cerdik, selalu tahu cara menyelesaikan semua atau berbagai masalah. Dan, ada maknanya di dalam cerita tersebut. Selain itu, ceritanya juga menarik dan lucu.”

Dari beberapa alasan yang dilontarkan mereka, membuktikan bahwa memang mereka khusus yang masih remaja masih bisa membedakan mana kartun yang baik. Setidaknya, dari kartun yang mereka tonton mampu membuat mereka mengerti tentang mana yang baik dan buruk. Bukan hanya itu, berdasarkan gambar di atas, semua kartun yang ada di list tersebut, mereka membuat alasan bahwa kartun hanyalah sebuah tontonan untuk menghibur. Jadi, di sini, mereka mampu untuk menganalisa kartun.

Dengan hasil survei demikian, maka usia remaja seperti mereka akan tentu bisa dikategorikan mampu memilah tontonan yang layak bagi mereka sendiri terutama khusus di kartun. Karena memang, tidak bisa dipungkiri ada beberapa kartun memang tidak layak untuk ditonton. Di sini, dalam list di gambar, tidak akan ada pengkategorian kartun mana yang layak dan tidak. Karena ini murni hanyalah survei kecil-kecilan.

O ya, sebelum mengakhiri ini, perlu diketahui, servei kecil-kecilan ini menggunakan sekitar 50 muridku. Itu pun, ada list kartun juga yang tidak aku masukan dalam gambar. Jadi, karena itu aku tidak menotalkan berapa jumlah semuanya.

Baiklah, semoga SKK ini bermanfaat. Murni ini semata hanyalah ide koyol saja. Namun, aku berharap semoga kita semakin cermat kepada keluarga kita terutama untuk remaja. Alangkah baiknya, kita sebagai keluarga mengontrol tontonan anak remaja.
Reactions

Post a Comment

0 Comments