Sunday, 17 September 2017

Bakso Beranak Bikin Beranak



Bakso beranak? Namanya unik, ya. Entah gerangan apa yang membuat seseorang memiliki ide seperti ini. Dalam dunia bisnis, secara langsung sangat saya apresiasi. Setidaknya, dengan idenya membuat ranah masyarakat begitu antusias menyambutnya. Kenapa demikian? Mungkin karena namanya yang unik. Lalu, siapa yang menciptakan nama ini lebih dulu? Wah, kalau mengenai hal ini, saya kurang tahu.


Saya tahu bakso beranak dari teman. Bahkan, postingan dari teman di blog juga mengunggah hal ini. Jika digabung hal ini, langsung membuat saya tergiur untuk mencobanya. Tidak langsung dicoba, hanya menginginkan untuk dicoba. Di daerah saya, tidak ada yang menjual bakso ini. Lantas, saya bertanya ke teman-teman di mana lokasinya. Sambil bertanya-tanya, ada testimoni untuk bakso beranak ini. Lumayan cukup bikin ngiler. Nyami.....

Hampir sebulan, masa tunggu itu akhirnya selesai juga. Tanggal 11 kemarin, saya pergi ke Selong. Kebetulan dalam rangka ada kegiatan dari sekolah. Selesai dari tugas, yang memakan hampir seharian, akhirnya bisa lancar sampai selesai. Walau hari berikutnya, saya terkena flu dan batuk gara-gara pulang larut malam. Bayangkan, lebih dari 2 jam perjalanan. Dari Selong ke Obel-obel (Bayan). Kalian bisa lihat di google map bagaimana perjalan daerah tempat tinggal saya. Tapi, tidak apa-apa. Yang terpenting, akhirnya saya mencicipi bakso beranak ini.


Di mana lokasinya? Karena saya sudah mengingat lokasinya, akhirnya saya mampir juga. Tempatnya di Anjani. Bagi teman-teman yang dari Lombok, tempatnya berada di dekat jalan orang jualan jagung bakar. Sebelum tempat membeli jagungnya, ada gang, di mana gag ini terhubung ke rumah warga yang banyak diisi oleh anak-anak kos. Bila tidak tahu, silahkan perhatikan foto-foto yang saya ambil. Maaf hasilnya kurang memuaskan. Ini hasil dari aplikasi kamera dengan hanya berkemampuan 5MP.


Setelah mampir, dari gang ke tempatnya tidak terlalu jauh. Lokasinya cukup nyaman. Seperti lesahan sederhana. Di mana ada meja-meja panjang, cuma beberapa. Areanya juga bisa dikatakan tidak luas tapi tidak sempit. Secara sederhana, cukup nyaman untuk ditempati. Dan... saatnya mencicipi bakso beranaknya.

Bakso beranaknya cukup besar, tidak terlalu besar dan kecil. Beda dengan bakso beranak yang saya lihat di foto teman-teman. Saat sudah tersaji, saya membelah baksonya. Namanya bakso beranak, di dalam baksonya ada bakso-bakso kecil. Saya tidak tahu jumlahnya. Yang pasti, selain ada bakso-bakso kecilnya, di dalamnya juga ada telur punyuhnya. Jadi cukup mengunggah selera karena tidak murni anaknya bakso-bakso kecil. Selain itu, harganya juga cukup lumayan. Satu mangku seharga 20ribu. Gimana, cukup mahal? Lumayan, ya.

Bagaimana rasanya? Cukup enak. Rasanya sama saja dengan bakso biasa. Tapi yang bedakan, ya itu, bakso besar yang di dalamnya ada bakso-bakso kecilnya. Terus, wah, kok saya bingung ya mau jelasinnya gimana. Intinya setiap bakso, di tempat mana pun memiliki rasa yang berbeda. Tempat satu dan yang lainnya belum tentu sama rasanya.

Baiklah. Sekian dulu jalan-jalan kuliner saya. Saya berharap dapat jalan-jalan lagi. Bagi teman-teman yang berminat, silahkan dicoba bakso beranaknya. Insya Allah bikin beranak. Kok begitu? Iya, kebetulan karena porsinya cukup besar, saya tidak mampu menghabiskan bakso beranaknya, malah membuat saya ingin beranak ke kamar mandi. Bahasa apa ya enaknya saya sebutkan? Hehe. Saya berharap teman-teman mengerti. 


8 komentar

Waduh, kok jadi beranak ke kamar mandi... mules2 ya bang....

sekarang lagi in bakso beranak ini
tapi gak berani pedes2 dulu heuheu

dijamin nggak pedes kok. itu kan tergantung kita, tambah sambal atau nggaknya. hehe... pasti sudah coba dong.

ternyata bakso beranak sudah sampai ke sana ya..

nggih mas. malah sekarang makin menjamur. setiap jalan ada.

terima kasih atas inspirasinya! Betul sekali, makanan lezat serta sehat memang sangat penting, akan tetapi memasak dengan alat masak yang tepat juga sama pentingnya.

Oxone

benar banget mbak. alat masak juga harus yang bagus.

Berbagi itu menyenangkan. Jadi, jangan sungkan untuk berkomentar. Beri kritik & saran juga diperbolehkan. Salam kenal, ya... ^_^
EmoticonEmoticon