Sunday, 7 May 2017

Review Kartun Kungfu Master Zodiac

Zona Kartun
Saksikan kartun Kungfu Master Zodiac.
Hanya di ANTV.


Review kartun lagi. Seru kalau membagikan hal ini. Kenapa? Secara garis besar, saya sangat antusias ketika melihat jumlah pembaca artikel di blog tentang kartun. Ini menggambarkan bahwa peminat kartun dari kalangan mana pun masih terbilang baik. Sebagai pengisi blog, saya tidak akan lepas tangan, kan? Ya, selama ada kartun baru tayang di TV, saya akan coba untuk review. Walaupun dalam review itu, murni dari sepengetahuan dan suka-suka saya. Jadi, kritik dan saran sangat saya perlukan. Jelas, ini bertujuan agar saya tidak merugikan siapa saja.


Baiklah. Untuk kesempatan ini, saya review kartun yang tayang di ANTV. Judulnya Kungfu Master Zodiac. Judulnya boleh ditambah 12 atau tidak, ya? Di iklan sama hastag yang dilakukan ANTV berbeda. Jadi, sepertinya ada dan tidaknya tidak berpengaruh. Kartun ini berasal dari China. Tayang perdana di tahun 2013. Semoga itu benar.

Kungfu Master Zodiac ini bercerita tentang petualangan seorang anak laki-laki bernama Hoven. Dalam petualangannya, dia harus mencari 12 hewan suci. Di mana, 12 hewan suci itu memiliki tanda berupa stempel yang disebut polaris. Petualangan Hoven sebenarnya diawali dengan kejadian yang menimpa desanya. Desanya merupakan desa yang kena kutukan atau semacam lainnya. Intinya, desa itu harus memberikan tumbal kepada seekor hewan raksasa bernama Nian. Nian ini berupa harimau putih yang ganas.

image source

Pada permulaan menonton kartun ini, saya berpikir kalau ceritanya mirip dengan Kungfu Panda. Di mana, tokoh monster harimau merupakan tahanan yang baru bebas. Dalam kartun Kungfu Master Zodiac ini Nian lepas setelah ditahan selama 300 tahun. Ketika bebas, Nian meminta tumbal kepada setiap desa. Jika ada desa yang tidak memberi tumbal, maka Nian akan mengamuk dan memporak-porandakan desa. Begitu juga dengan desa Hoven. Pada awalnya, Hoven dijadikan tumbal karena perbuatannya membakar perahu-perahu nelayan di darmaga. Penyebab kebakaran sebenarnya bukan murni karena kesalahannya. Itu lantaran dia mengejar 2 musang yang bernama Mata Besar dan Mulut Panjang. Jadi, 2 musang itulah yang menyebabkan kebakaran. Namun, oleh Kepala Desa menyalahkan Hoven. Untuk itulah dia harus dijadidikan tumbal Nian.

Orang tua Hoven tidak setuju dengan hal itu. Hingga akhirnya mereka kabur dari desa. Namun, setelah hari berlalu, Hoven merasa bersalah. Jika dia kabur demikian, maka desanya akan hancur. Dia sangat mencintai desanya. Hingga dia akhirnya memutuskan untuk kembali ke desa dan siap menjadi tumbal. Keberaniannya tersebut ditentang oleh orang tuanya. Tapi apa mau dikata, Hoven tetap menjalankan hukuman itu. Dia diasingkan di suatu tempat. Tempat itu semacam tempat suci atau tempat orang-orang memberikan sesaji kepada dewa.

Nian pun akhirnya datang untuk mengambil tumbal dengan cuaca yang extrim. Angin kencang datang. Namun, proses pengambilan tumbal ini tidak berhasil. Ini disebabkan oleh Hoven yang menentang Nian. Hingga akhirnya, Nian marah dan angin pun kencang membentuk pusaran hingga menyedot semua barang-barang di desa. Tanpa disadari, orang tua Hoven berada di sana untuk melindunginya. Namun naas, orang tua Hoven malah ikut kesedot hingga akhirnya dia marah luar biasa kepada Nian. Namun apa mau dikata, dia tidak memiliki kekuatan apa pun.

Bagaimana kisah selanjutnya? Hihi. Saya belum menamatkan kartun ini. Soalnya, jam tayangnya hampir siang. Jadi, saya tidak bisa menontonnya. Paling di hari libur. Menurut saya, ceritanya cukup seru. Terutama petualangan Hoven untuk mencari 12 hewan suci. Terakhir yang saya tonton, Hoven sudah bertemu dengan hewan harimau. Hewan harimau menjadi gurunya. Tehnik bela diri sudah diajar dan Hoven sudah menguasainya. Hewan harimau ini karakternya sedikit banyak bicara yang menyebabkan Hoven bosan. Dan memiliki ide untuk kabur. Tingkahnya ini mencerminkan dia yang masih anak kecil.

O ya, selain ada tokoh yang disebut di atas, ada tokoh lainnya yaitu Dewa Dapur yang selalu membantu Hoven. Saat kabur dari Nian, Dewa Dapurlah yang membantu Hoven. Dewa Dapur inilah yang menyebabkan petualang Hoven terjadi. “Kalau kamu mau menolong orang tuamu. Maka, kamu harus menemukan 12 hewan suci. Dari merekalah kamu belajar bela diri.” Kurang lebihnya, demikian yang diucapkan Dewa Dapur kepada Hoven. Selain itu, ada tikus yang selalu menemani Hoven. Tikus ini juga termasuk 12 hewan suci. Namun tikus ini tidak tahu apa keahliannya. Namun, selama saya nonton kartun ini, tikus ini memiliki kemampuan menebak nama makanan dari aromanya. Bagian ini hampir mirip juga dengan film kartun yang mengisahkan seekor tikus yang memiliki kemampuan memasak.

Baiklah. Sekian dulu review kartunnya. Kayaknya panjang banget, ya. Bagi kalian yang penasaran dengan kartun ini, silahkan pantengin terus ANTV. Karena kisah petulangan Hoven akan membuat kalian terhibur. Seru. Pasti! Apalagi untuk anak cowok, pasti suka. Iya, kan?


Berbagi itu menyenangkan. Jadi, jangan sungkan untuk berkomentar. Beri kritik & saran juga diperbolehkan. Salam kenal, ya... ^_^
EmoticonEmoticon