Monday, 27 February 2017

Wisata Murah Meriah di Kokok Putik


Seharusnya, sebagai blogger itu harus suka sekali dengan petualangan. Istilahnya free. Bisa ke mana pun yang diinginkan. Salah satu contoh ke tempat wisata. Tapi ya itu, aku memang tipe orang yang tidak suka ke mana-mana. Menyedihkan memang. Padahal, banyak tempat wisata yang tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai. Sekitar 2 jam atau lebih. Setidaknya tidak jauh-jauh lah dari rumah. Tapi ya, kembali lagi, aku memang tidak suka berpergian. Jujur sih, sangat menyedihkan banget. Secara hati, aku memang ingin pergi ke sana ke mari, namun gagal terus. Paling tidak suka saat bepergian itu jadi depan. Capek luar biasa. Apalagi di daerahku jalannya tidak ketulung sexy-nya. Maksudku, meliuk-likuk, tanjakan, dan serba penderitaan jalan lainnya. Yang aku mau, duduk manis di belakang sambil menikmati pemandangan. Kayaknya butuh asisten.

Seperti kali ini. Bukan kali ini sih. Ini perjalanan singkat di bulan 12 tahun kemarin. Tidak jauh dari rumah. Hanya sekitar 5 km atau 15 menit langsung sampai. Semoga perhitungan fisikanya tidak salah. Ini saja aku termasuk telat sekali berkunjung. Orang luar lebih tahu ketimbang aku yang dekat. Teman-teman juga banyak yang tahu tentang tempat ini. Dan aku? Begitulah. Karena penasaran akhirnya aku datang. Bukan tidak pernah datang sama sekali. Pernah. Tapi aku belum tahu saja kalau tempat ini dijadikan tempat wisata.
Akhirnya, karena mau me-review aku memutuskan untuk ke sana. Pinjam motor keponakan serta dia ikut. Seperti kataku tadi, tidak butuh waktu lama akhirnya datang. Saat datang, langsung disuguhkan dengan pemandangan yang lumrah aku lihat; jembatan jalan, air sungai dan lain-lainnya. Tapi di sini beda, sekarang sudah ada plangnya, alias sebuah keterangan yang mengatakan kalau tempat ini adalah tempat wisata. Bisa dikatakan ini sejenis tempat wisata kecil-kecilan.

plang nama dan sejarah singkat
Di dekat jembatan jalan, ada sebuah plang yang bertuliskan AIR TERJUN SUSU & PENGKEREMAN DEWI SELENDANG beserta sedikit sejarahnya. Di sana dipaparkan tentang kenapa nama tempat wisatanya seperti itu. Aku sedikit kagok ketika tahu. Maklum, tidak menyangka sampai seperti itu sejarahnya. Mungkin, ini bisa dikatakan semacam sebuah hikayat.

area musola dan berugak
Di samping plang, ada anak tangga yang bisa menghubungkan kita ke arah sungai. Sebelum langsung ke sungai, ada satu berugak dan musola. Bagi kalian yang mau ke sini, jangan takut untuk meninggalkan kewajiban. Duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan juga boleh sekali. Di tempat ini juga tumbuh pohon ala-ala Lombok. Mungkin di daerah kalian juga ada. Nama pohonnya beduri atau gol. Buahnya enak di makan. Waktu kecil aku dan teman-teman suka juga makan buah pohon ini. Bahkan, jaman kecil buah pohon ini dijual juga. Kalau sekarang, sudah tidak banyak yang mencarinya. Kalau dimakan ya bisa tapi minatnya sudah tidak ada lagi.

air terjun mini
Bagian berikutnya adalah bagian di mana kalian bisa melihat sungainya. Jelas, kalau sudah di sana siap-siap untuk berfoto ria. Nah, tempat ini yang dinamai air terjun susu. Kenapa demikian? Air terjunnya ya itu air sungai yang mengalir deras. Tidak tinggi sih tapi memang itulah. Untuk kali ini airnya tidak seperti susu, lebih ke arah keruh. Soalnya masih musim hujan. Tapi benaran kalau cuaca normal airnya seperti air susu. Ya, tidak seperti air susu asli sih, tapi ada putih-putihnya sedikit.

tempat jualan atau duduk-duduk sebentar
tempat orang jualan
Kalau sudah puas berfoto ria, kalian juga boleh nongkrong dengan teman-teman di samping. Ini semacam lokasi tempat orang jualan, mirip seperti halte. Lupa namanya. Padahal aku sudah catat bagian spanduknya. Tapi entah aku taruh di mana catatannya. Biasanya di sini juga digunakan untuk duduk-duduk. Di samping tempat ini juga terlihat ada orang nongkrong. Kebetulan pada saat itu ada tongkrongan komunitas motor pesva. Pengen tanya-tanya sih kenapa alasannya milih tempat ini untuk kumpul. Tapi sayang, aku belum ada nyali untuk hal-hal itu. Blogger cemen. Hiks.  
Tempat ini sebenarnya bukan tempat nongkrong, lebih ke sebelahnya yang tidak ada area alias bebas di mana pun. Tapi boleh saja sih asal menjaga kebersihan lingkungan. Tempat ini juga sebagai patokan pembatas antara Lombok Timur dan Lombok Utara. Seperti pada umumnya, kebanyakan setiap daerah jika berhubungan pembatas selalu meninggalkan kesan yang berbeda dengan daerah sebelahnya. Mungkin ini digunakan sebagai pembeda. Atau bisa yang lainnya. Pendapat ini sih tidak mutlak benar. Hehe. Terus, di depan tempat ini malah ada orang yang jualan. Beberapa sih. Tapi cukup untuk membeli makanan pengisi perut.
Akhirnya, sampai di sini tentang wisata kecil-kecilan dekat rumah. Pengen sih nunjukin tempat wisata sebelahnya. Tidak jauh dari tempat ini. Cuma jarak berapa meter saja. Ini sih sejalan dengan wisata air susu. Lebih ke atasnya. Masih berhubungan juga dengan sungai. Namun berhubung hampir malam, cukup foto-foto sebelahnya saja.
Catatan: tempat ini lumayan ramai kalau sore hari. Ada saja pengunjungnya. Namun perlu diperhatikan juga, di sini mungkin kebersihan belum terlalu diperhatikan. Terbukti di sungainya ada beberapa sampah yang aku temukan saat ke sini.
Bye bye… tunggu review  wisata lainnya, ya. Dan sekarang, penampilan tempat ini lebih cantik. Aku belum ke sana lagi walau dekat. Aku pasti mereviewnya ketika berkunjung lagi. Nantikan, ya.

Berbagi itu menyenangkan. Jadi, jangan sungkan untuk berkomentar. Beri kritik & saran juga diperbolehkan. Salam kenal, ya... ^_^
EmoticonEmoticon