Ticker

6/recent/ticker-posts

Rizki Lancar Setelah Sholat Duhah

“Sholat Duhah, yuk.” Suatu hari ada teman yang mengajak sholat Dhuha. Kebetulan, teman itu memang pengetahuan agamanya sangat baik. Aku salut sama dia. Selain itu, dia juga sering puasa Senin Kamis, kadang aku juga iri. Tapi ya gitu, godaanku lebih besar ketimbang dia. Oh tunggu, apa imanku ya yang tipis?
“Aku tidak hafal do’anya.” Itu jawabku sekenanya.
“Tidak apa. Yang penting dikerjakan.”
“Lain kali saja.”

Akhirnya dia hanya sholat sendiri, dan aku? Hanya memperhatikannya. Bukan karena aku tidak hafal do’anya, hanya saja aku belum terbiasa saja. Masalah do’a, aku sedikit hafal sih sebenarnya.

^_^

[ image source ]

Aku tahu, manfaat dari sholat Dhuha itu luar biasa. Bahkan, aku pernah membaca bagaimana dahsyatnya sholat Duhah itu. Tapi, ya, begitu, karena memang tidak pernah melaksanakannya. Jadi, malas itu akan hadir dengan sendirinya. Namun, beberapa minggu kemudian, aku jadi terpikir untuk melaksanakannya. O ya, perlu kalian tau, aku percaya setiap orang memiliki statistik keimanan. Maksduku, setiap orang kadang mengalami perubahan keimanan. Kadang rajin menjalankan perintah-Nya, dan kadang selalu abai. Nah, aku kadang demikian. Oleh karena itu manusia digolongkan mahluk yang lemah.

Apa aku sholat Dhuha?
Baiklah, kembali terkait dengan sholat Dhuha. Aku memang mencoba untuk menjalankannya. Itu pun, hanya dilakukan sekali dalam satu minggu. Yang aku rasa belum apa-apa. Hingga tepat pada bulan Puasa, kebetulan libur sekolah di awal puasa, aku coba melaksanakan sholat Duhah setiap pagi. Ya, maklum, kalau bulan Puasa, orang-orang pada berlomba melakukan kebaikan, dan aku pun begitu. Akhirnya, seminggu full aku mencoba melaksanakan sholat Duhah. Dan alhamdulillah, kedahsyatan sholat Duhah aku dapatkan, walau ukurannya kecil. Setidaknya, Yang Kuasa mendengar apa yang aku inginkan.

Apa yang aku inginkan?
Jadi gini, aku kan suka nulis. Bisa novel, cerpen, resensi atau artikel. Itu pun dengan kemampuan seadanya. Jadi, setiap aku selesai sholat Duhah, aku akan menulis. Saat itu, cerpen dan novel. Dan saat selesai, terutama untuk cerpen, aku akan mengirimnya disertai do’a. Dan alhamdulillan, seminggu kemudian, ada cerpenku yang dimuat. Sangat bersyukur sekali akan hal itu. Setidaknya, perjuanganku untuk belajar menulis di tahun-tahun sebelumnya bisa ada hasilnya.

Apa aku berhenti di situ?
Tidak. Aku pun terus melakukan hal itu. Sholat Dhuha ketika tidak sekolah. Dan alhamdulillah, apa yang aku inginkan ada saja jalannya. Walaupun hal itu kecil, tapi setidaknya itu sudah ada tanda kalau itu adalah keridhoan Yang Kuasa. O ya, perlu juga diketahui, seperti yang aku katakan di atas, aku tidak bisa do’a selesai sholat Duhah. Jadi, begini caraku mengatasianya.
  • Aku men-download mp3 do’a selesai sholat Duhah
  • Diputar terus-menerus
  • Jika tidak hafal, boleh siapkan buku do’a dan dibaca. (ini mereupakan kemudahan yang didapat dari agama kita, bukan? Jika tidak mampu, permudahkan diri) semoga aku tidak salah.
  • Berusaha untuk tetap menghafal. Karena ini hal utama. Dengan menghafal, tentu, di mana pun melaksanakan sholat Duhah, akan lebih mudah.
Dan, masih banyak kedahsyatan dari sholat Duhah. Ini hanyalah sepenggal pengalamanku saja. Cerita yang kubagikan ini, mungkin sedikit dramatisir tapi sungguh sebagiannya aku alami. Ini semata mungkin karena kealfaanku yang tidak menguraikan secara runut. Yang pasti, aku bertujuan agar kita sebagai mahluk yang beragama melakukan hal itu.

Apa kalian tidak keberatan dengan cerita yang kubagikan ini? Semoga kita semua dilundingi Yang Maha Kuasa. Amin.
Solat Duhah, yuk....

Reactions

Post a Comment

0 Comments