Wednesday, 30 November 2016

Dampak Positif dan Negatif Program TV di Kalangan Remaja

Program di TV merupakan salah satu hiburan yang selalu ditunggu-tunggu para penontonnya. Dengan antusias semacam ini, banyak stasiun TV semakin gencar menanyangkan program-program. Namun, seabrek program TV masih ada saja progrom yang menanyangkan hal-hal yang berdampak buruk bagi penontonnya. Contoh dasar, sinetron Anak Jalanan. Di sini bukan untuk memperburuk sinetron itu. Namun, ada bagian yang memang tidak patut untuk dilakukan.

[image source]

Pernah, kata ‘cocok’ yang sering diucapkan oleh ibunya Boy sangat tren dikalangan remaja, terutama di sekolah. Saat kata ‘cocok’ itu sering diucapkan, malah beberapa pendidik semakin geram dengan tingkah remaja. Karena setiap pertanyaan, dan menyatakan sesuatu yang benar, mereka akan dengan tidak bersalahnya mengucapkan kata ‘cocok’. Itu hanya sebagian saja. Ada beberapa style rambut peran dalam Anak Jalaan yang sering ditiru oleh penonton terutama remaja. Apalagi di lihat dari jama tanyangnya, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan baik seperti mengaji, malah dapat mempengaruhi kegiatan demikian.
Sekali lagi, di sini bukan mempermasalahakan hal sinetron itu, namun garis bawahnya yaitu seharusnya penyelanggara stasiun TV sebaiknya memperbaiki jam tanyang. Dan tentu, menggolongkan bahwa program itu memang cocok atau tidak untuk remaja.

Baiklah. Di sini, bukan membahas hal itu, melainkan terarah ke remaja. Yaitu, sepandai apakah mereka dalam menanggapi sebuah program di TV. Maksudnya, cerdaskah mereka untuk melihat dampak positif dan negatif dari program di TV. Di sini, dalam uraian ini, ada beberapa program TV yang dianalisi oleh remaja seukuran anak SMP. Ini berdasarkan apa yang memang ditugaskan untuk pandai menyikapi hal positif dan negatif dari program TV. Di bawah ini, berapa hasil analisis dari program TV.

No
Judul Program
Stasiun TV
Manfaat
Positif
Negatif
1
On The Spot
Trans7
Memberikan wawasan yang luas karena selalu mengangkat hal-hal yang jarang diketahui orang banyak.
Informasinya tidak disaring terlebih dahulu sehingga tayangan budaya-budaya asing bisa saja ditiru oleh para penontonnya.
2
Doraemons
RCTI
Dapat mempengaruhi imajinasi dan kreatifitas kemampuan berpikir/ide anak.
Dapat menyebabkan anak menjadi malas dan kurag mandiri dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Seperti; pada tokoh Nobita yang selalu mengandalkan Doraemon.
3
Berita Islam Masa Kini
TransTV
Memberikan pengetahuan dan wawasan yang lebih dalam tentang agama Islam.
Pernah menyinggung soal amalan surat Al-Fatihah yang dianggap salah, hal itu tentu bisa dapat menimbulkan kesalahpahaman karena adanya perbedaan pandangan/paham dalam agama Islam.
4
Opera Van Java
Trans7
Dapat menghilangkan stres dan pemikiran yang berlebihan dengan aksi lucu-lucunya.
Dapat merusak moral bermasyarakat karena tingkah lakunya yang berlebihan. Seperti; adanya kata-kata kotor yang keluar dari mulut pelawak. Hal ini bisa saja ditiru sama orang yang menontonnya.
5
Upin dan Ipin
MNCTV
Setiap episodenya selalu mengajarkan kebaikan. Seperti; sudah membahas masalah puasa pada bulan Ramadhan, suka menolong, suka bersedekah, dll.
Dapat mengakibatkan anak Indonesia tidak menyukai film kartun produk Indonesia dan juga bisa saja meniru budaya dari film tersebut.

Hasil pada tabel di atas murini hasil review dari peserta didik alias remaja. Secara garis besar, sebagian remaja memnag sudah pandai dalam menyikapi tontonan yang tayang di TV. Selebihnya, masih perlu bimbingan, terutama peran orangtua sangat diharapkan dalam hal ini.

Berbagi itu menyenangkan. Jadi, jangan sungkan untuk berkomentar. Beri kritik & saran juga diperbolehkan. Salam kenal, ya... ^_^
EmoticonEmoticon